Rabu, 31 Oktober 2012

Apakah aku huruf E?

tidak, aku tidak pernah ingin menyakiti.
tidak, aku juga tidak ingin disakiti.
aku hanya ingin menjadi gadis polosmu selamanya.
aku yang tidak pernah merasakan patah hati sebelumnya.
kamu D, dia F. apakah aku huruf E yang menghalangi kalian?

aku memang meninggalkanmu saat itu, tapi itu karna aku ingin mengusahakan yang lebih baik untuk kita.
aku yang disana setiap harinya merasa bersalah karna meninggalkanmu sendiri.
tapi, kenapa? kenapa Tuhan begitu tega membuka semuanya? disaat kita sedang menanti kloning dirimu? disaat kita sedang berjuang bersama?

dunia maya. kita memang bertemu dalam dunia maya. bukan berarti cinta ini harus hancur karena dunia maya jugakan sayang?
kenapa? kenapa begitu tega? aku bahkan sangat mencintaimu hingga ke jantung
apakah yang membuat hatimu tega melakukannya? bahkan sebelum kita menikah?

apa yang ada dalam pikiranmu saat itu? selalu aku bertanya berulang ulang namun tak pernah kutemui jawabnya.
sakit, sakit sekali. ternyata rasanya patah hati itu begini rasanya. ternyata rasanya dikhianati itu begini rasanya.
sepertinya kamu memang sudah menyukainya sebelum kita bertemu.

22 oktober 2012. aku menemukan story chat kalian di tanggal 24 maret 2012. hari dimana ibuku berulang tahun. hari dimana saat itu dengan jelas aku ingat betapa aku dengan bersusah payah melawan keadaan. mendengarkan cacian dan makian. melawan perintah dari ibuku yang diiming-imingi kata durhaka. hari dimana aku mempertahankan anak kita sayang. tapi kamu, malah dengan asyiknya merayu gadis lain melalui chat. disaat kita baru tiga bulan menikah dan aku baru meninggalkanmu sekejap.

sakit honey, rasanya begitu sakit membacanya. berkurang sudah rasa percayaku kepadamu. airmataku jatuh tak terhenti malam itu. kecewa, tak percaya semua segala tasa sakit bercampur jadi satu.

intim, ternyata kalian berdua begitu intim. dan aku benci melihatnya. ternyata rayuan itu sudah ada sejak kita masih berpacaran, satu bulan sebelum menikah. cemas, bingung dan takut
siapa lagi yang bisa aku percaya?

wanita namanya, pasti akan merasakan suatu rasa rindu setelah didekati oleh orang lain. begitupun dia. tak ayal aku makin sakit melihatnya merindukanmu. dia merindukan rayuan picisanmu. dia merindukan kamu yang bisa memancing nafsu manusiawinya.

mungkin semua email itu bisa dihapus, tapi tidak dalam memori kita masing masing. dan lain-lain yang tidak aku ketahui. apakah aku terlalu serius? meski kalian hanya berhubungan di dunia maya tidak bisakah aku mengkategorikannya dalam label perselingkuhan? apakah tidak normal jika aku menangisimu berhari-hari?

aku takut honey, aku takut tidak menarik lagi dimatamu. aku takut semua yang aku lihat dalam pernikahan ayah bundaku terjadi padaku. aku begitu mencintaimu tapi kenapa kamu begitu tega?

seminggu sudah berlalu tapi entah kenapa aku masih merasa sesak tiap melihat wajah terlelapmu. aku selalu membayangkan apa yang sudah terjadi, nafsumu, nafsunya, kata-kata yang bermain dalam kalian, chat kalian.

aku sakit. berulang kuhibur diriku dengan membaca kembali masa-masa indah kita. saat kita saling merindukan siang dan malam. saat aku begitu haus akan ciumanmu. saat kamu yang selalu ada dalam kebaikan memegangiku.

sayang, mungkin aku takkan bisa melupakannya seperti yang kamu bilang. bahkan aku tak ingin memanggilmu sayang karena mengingatkanku kembali ke email email yang sudah kau hapus itu. aku benci diriku yang telah membuatmu begitu. aku takut tak bisa menjadi istri dan ibu yang baik nanti.

dalam, sakit ini bukanlah tidak dalam. tantangan pertama dalam hubungan kita ternyata sudah begitu menyakitkan. aku yang mencintaimu luar dan dalam. aku yang menerima segala kekuranganmu. aku yang selalu melihatmu sempurna dimataku. aku yang rela mati demimu. aku yang menginginkanmu sampai mati, aku yang hafal setiap inci kulitmu, aku yang merindukanmu tiap detik, aku yang ada disisimu. aku gadis birumu

Gadis Biru katamu.....

awalnya aku juga bingung kenapa dia yang memilihkan nama untukku. Gadis Biru. sangat terasa spesial untukku ketika kami saling memanggil nama di dunia twitter. Huruf D.  dia ingin dipanggil begitu. rayu dan support memulai rasa ketertarikan di antara kami. masih kuingat dengan jelas betapa manisnya dia saat itu.....